Komunitas seni kontemporer berbasis bumi yang berkomitmen mengubah daerah melalui praktik seni, residensi seniman, dan program budaya komunal selama hampir dua dekade.
Jatiwangi Art Factory (JAF) didirikan pada 27 September 2005 oleh Arief Yudi Rahman dan Loranitha Theo di Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat — sebuah kota kecil yang terkenal sebagai pusat industri genteng tanah liat di Indonesia.
Bernaung di bawah Yayasan Daun Salambar, JAF hadir sebagai ruang bagi seniman lokal dan internasional untuk tinggal, belajar, dan berkarya bersama masyarakat. JAF meyakini bahwa seni berbasis bumi (earth-based art) memiliki kekuatan untuk mengubah daerah, membangun kapasitas masyarakat, dan menghubungkan komunitas lokal ke panggung seni global.
Selama hampir dua dekade, JAF telah menjalankan puluhan program seni dan budaya komunal, merangkul warga, seniman, akademisi, dan institusi dari seluruh dunia untuk bersama-sama membangun ekosistem seni yang berakar pada tradisi lokal Jatiwangi.
"Seni memiliki vitalitas untuk mengubah suatu daerah, membangun kapasitas masyarakat, dan membawa denyut nadi komunitas lokal untuk beresonansi di panggung global."
Program inti yang menyatukan seni, budaya, dan kehidupan masyarakat Jatiwangi selama hampir dua dekade
Program tahunan berbasis material tanah liat dan budaya agraris Jatiwangi. Warga dan seniman merayakan tanah sebagai sumber kehidupan sekaligus medium ekspresi seni yang kaya makna.
Ritual kolektif memainkan genteng atap sebagai instrumen musik, digelar setiap 11 November. Sebuah perayaan warisan budaya tanah liat Jatiwangi yang menyatukan seluruh lapisan warga dalam orkestra komunal.
Pameran seni internasional tiga tahunan yang menghadirkan seniman lokal dan global untuk bersama-sama mengeksplorasi tanah liat sebagai medium seni kontemporer. Menghubungkan Jatiwangi ke panggung seni dunia.
Program residensi yang mengundang seniman dari dalam dan luar negeri untuk tinggal dan berkarya di Jatiwangi, berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal dan meresapi budaya tanah liat setempat.
Program akademik Magister bersama Universitas Padjadjaran, mengajak generasi muda untuk merencanakan dan membangun ekosistem budaya daerah yang berkelanjutan dan berakar pada kearifan lokal.
Hibah untuk mendukung komunitas budaya lokal di seluruh Indonesia dalam mengembangkan praktik seni dan budaya daerah mereka, memperkuat ekosistem seni dari bawah ke atas.
Berpartisipasi dalam Documenta Fifteen 2022 di Kassel, Jerman — salah satu pameran seni paling bergengsi di dunia.
2022Meraih Bhinneka Award dari Art Stage Jakarta atas kontribusi luar biasa dalam memajukan seni dan budaya Indonesia.
2017Konsisten menjalankan program seni dan budaya komunal selama hampir dua dekade, membangun ekosistem seni yang berkelanjutan di Jatiwangi.
2005–kiniBerkolaborasi dengan seniman dan institusi dari lebih dari 30 negara, membawa nama Jatiwangi ke panggung seni internasional.
30+ NegaraMenjadi pusat seni dan budaya komunal yang berdaya guna bagi masyarakat Jatiwangi dan Indonesia.
Membangun ekosistem seni yang berkelanjutan dengan mengakar pada tradisi lokal dan membuka diri terhadap dialog global.